Ternyata Amerika Takut Perang dengan China di Laut China Selatan, Ini Alasannya


obama-as-menghindari-perang-lawan-tiongkok-di-laut-china-selatan

Palingseru.com – Amerika Serikat dikabarkan memilih mundur dalam peperangan terhadap China yang dilakukan di Laut China Selatan. Konflik antara Amerika Serikat dan China ini terjadi saat munculnya Manuver Beijing yang memicu keresahan dari negara-negara di sekitar Laut China Selatan. Satelit Taiwan menyatakan sejak 14 Februari militer RRC mengirim beberapa set peluru kendali jarak menengah dan sistem radar ke Pulau Woody, salah satu lahan reklamasi yang dibuat China.

Ada sejumlah alasan kenapa Amerika Serikat memilih muncur dari perang di laut China Selatan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Barack Hussein Obama yang pada saat itu memberikan sejumlah pernyataan dengan berjanji jika hubungan kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan ASEAN akan dilanjutkan oleh penggantinya pada November mendatang.

Pernyataan tersebut dibuat berdasarkan alasan bila kementerian teknis AS telah dijalin untuk tahun jamak dengan ASEAN, termasuk kerja sama keamanan dan kontraterorisme. Hal ini juga dikarenakan Konferensi Tingkat Tinggi AS-ASEAN seperti yang digelar di California pekan lalu pasti akan digelar kembali.

Selain itu, Obama membantah pendekatan jor-joran merangkul ASEAN demi menggerus pengaruh Republik Rakyat China bahkan Obama sendiri mengatakan jika Amerika tidak akan memiliki agenda memiliterisasi kawasan Laut China Selatan.

Obama juga mengatakan jika Kementrian China telah mengirimkan kapal perang di laut China Selatan itu hanya sekedar upaya AS menjamin perairan ini bisa dilewati siapapun, seperti termaktub di hukum internasional.

“Kami tidak ingin berandai-andai berperang dengan China. Faktanya pemerintahan saya membangun hubungan sangat baik dengan pemerintah China. Kami tidak menginginkan ada negara melakukan tindakan sepihak, entah itu China atau negara lain, yang mengganggu kelancaran arus pelayaran barang dan jasa yang sangat penting di perairan itu,”kata Obama, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (23/2).

Tak hanya itu saja, Obama menuntut China bersedia memakai jalur sengketa resmi menghadapi tumpang tindih klaim dengan Vietnam, Filipina, serta Brunei.

“Tugas kita sekarang adalah memastikan China menyadari akan lebih menguntungkan bagi mereka untuk mengikuti norma-norma internasional dalam menyelesaikan sengketa wilayah di perairan itu,” kata Presiden AS.

Sementara Pentagon sendiri telah menuding China memiliterisasi kawasan. Bahkan sejak ada tudingan itu, Kecaman turut dilontarkan pemerintah Vietnam dan Filipina, yang bersengketa langsung dengan Beijing terkait beberapa blok perairan kaya gas di Laut China Selatan.

 

More From: Berita Menarik