5 Fakta PSK Kalijodo Bertahan Hidup, Miris Banget Dah Lihatnya


df3dae02-4ecb-4eb3-aa5d-93fb2a32859e_169

Palingseru.com – Salah satu kota wisata yang sedang menjadi trending topik di tanah air yakni kota Kalijodo yang punya bisnis paling menguntungkan dengan menyewakan banyak PSK cantik dan masih berusia muda. Kota Kalijodo kini dikenal sebagai kota prostitusi diman banyak puluhan PSK disana setiap malamnya harus melayani pria hidung belang demi memakmurkan hidup mucikari.

Namun mirisnya , PSK di Kalijodo itu punya kehidupan yang sangat tertekan , selain fasilitas kamar yang sangat memprihatinkan , juga ada banyak fakta lain seputar prostitusi di Kalijodo itu.

Dan sepeerti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia fakta PSK Kalijodo yang perlu diungkap. Yuk, simak bersama !

1. Aturan Main PSK di Kalijodo

11

Dengan difasilitasi kamar kecil, bau , pengap dan menyegat hidung itu tak hanya membuat kehidupan PSK disana tertekan, tetapi aturan main PSK di Kalijodo juga sangat ketat.

Di salah satu kafe yang berada di gang dalam Kalijodo yakni Mutiara Cafe, sebuah tulisan peringatan tertempel dengan spidol hitam di atas kertas karton kuning . Aturan main PSK itupun menjadi titik perhatian siapapun yang masuk ke ruangan di lantai empat yang merupakan lantai teratas kafe.

Dalam karton tersebut tertuliskan:

WARNING
#Dilarang keluar cafe tanpa izin !!!
#Diwajibkan lapor apabila mau off !!!
#Dilarang off dengan alasan yang gak jelas !!!
#Diwajibkan jam 07:00 harus siap !!!

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA

Sementara mucikari di Kalijodo itu hanya menghabiskan waktu bersenang – senang . Pasalnya terlihat tumpukan kepingan CD dengan lagu-lagu dangdut Indonesia, Melayu juga musik house disco di sebuah lemari besar di salah satu kamar berukuran 6×6.

2. Kamar PSK yang Sempit

22

Dengan menggunakan kamar berukuran kecil saja, para PSK mampu menjajakan dirinya untuk melayani pria hidung belang. Mirisnya lagi , kamar – kamar yang disewakan untuk melampiaskan hasrat seksual itu terbilang kecil, kumuh , kotor dan pengap.

Salah satu pemilik kontrakan bernama Nani ini mengaku jika dirinya sering menyewakan sebuah kamar kost untuk para PSK di Kalijodo.

Kamar berukuran 1,5 kali 2,5 meter itu benar – benar terlihat kumuh bahkan saat dibuka, bau pesing dan pengap pun menyengat hidung bagi orang yang baru pertama kali masuk di kamar PSK Kalijodo itu.

Kamar – kamar PSK yang sangat sempit itupun hanya bisa dilalui satu orang karena berada seperti di lorong. Di kamar-kamar sempit itu rata-rata ada cuma ada kasur kapuk dan meja rias. Bungkus kondom dan minuman berenergi berserakan di lantai. Sementara dinding biasanya dihiasi dengan poster bintang film cantik.

Namun dengan kamar tersebut , para PSK terbilang begitu merdeka. Mereka dengan leluasa bisa melayani pria hidung belang dengan memasang tarif Rp 150.000 hingga Rp 200.000 sekali main.

Ibu Nani sendiri selaku pemilik kontrakan di Kalijodo mengaku jika dirinya telah menyewakan 25 kamar. Satu kamar bersekat kayu tipis disewakannya Rp 300.000 hingga Rp 350.000. Dalam sebulan dia mendapat Rp 10 juta.

Namun ibu Nani mengaku jika dirinya tidak pernah ada niat untuk menjadi germo. Dia tidak ikut-ikut menjajakan para wanita yang menyewa kontrakannya itu. Bertahun-tahun mengontrakan rumah, perekonomian Nani cukup lumayan. Dia mengaku sudah memiliki beberapa mobil yang disewakan. Nani mengaku sudah cukup hidup di Kalijodo. Dia menerima tawaran Pemprov DKI untuk tinggal di Rusun dan meninggalkan kontrakan dengan kamar sempit dan bau pesing miliknya itu.

3. UUD Untuk PSK Di Kalijodo

33

Salah satu fakta PSK yang ada di Kalijodo yakni memiliki sebuah UUD yang sangat ketat. UUD tersebut memiliki sebuah peraturan terkait beberapa hal tentang aktivitas dunia malam. Selain PSK, pekerja lainnya juga harus mematuhi peraturan tersebut.

“PERHATIAN

Barang siapa terdapat berhubungan /pacaran dengan anak dalam atau anak buah sendiri maka orang tersebut terancam denda Rp 10 juta atau dipecat. Barang siapa membukakan pintu di luar jam kerja atau waktu yang telah ditentukan tersebut di denda Rp 5 juta atau skors tiga bulan.

Demikian UUD kami buat agar dapat di taati dan dimengerti.

Pengelola ME I.II “

UUD tersebut berada di Kafe ME 1 dan ME 2. Namun untuk di kafe lain seperti Mutiara Kafe juga memiliki peraturan yang harus ditaati para PSK. Aturan tersebut berisikan beberapa larangan yakni larangan keluar kafe tanpa izin dan larang off tanpa alasan serta PSK diwajibkan lapor apabila off dan harus menyiapkan diri sebelum jam 19.00 WIB.

4. PSK Kalijodo Layani 60 Pria Satu Hari

44

Kawasan Kalijodo menjadi tempat wisata prostitusi sejak tahun 1960-an. Dan semenjak diadakannya penertiban , kawan tersebut menjadi sepi dan dikabarkan para PSK satu per satu meninggalkan lokalisasi tersebut. Namun ada satu fakta terungkap miliki Pekerja Seks Komersil bernama Sella .

Rahasia yang terungkap itu berupa sebuah cerita yang di tulis di buku Diary dengan judul ‘SELLA TUGASAN’. Di dalamnya ditulis lamanya waktu lelaki hidung belang yang dilayani dalam sehari. Sella bisa menemani pelanggannya hingga delapan jam semalam.

Dan pada Januari 2015, Sella bekerja cukup keras terbukti dalam catatannya pada bulan itu jumlah total waktu tamu yang dilayani hingga 60 jam dan ini artinya dia tidak mempunyai hari libur. Di akhir catatan tersebut juga dituliskan beberapa barang keperluan yang ia beli dengan kredit yakni handphone dan baju tidur.

5. PSK Kalijodo di bayar Rp 150 ribu sekali Main

55

Salah satu fata soal PSK di Kalijodo yakni dalam sekali main para wanita malam disana hanya dibayar sekitar Rp 150 ribu- Rp 200 ribu untuk para pria hidung belang yang ingin mencicipi kemolekan tubuh para PSK tersebut.
Salah seorang PSK Kalijodo, Risna (bukan nama sebenarnya), mengaku sudah nyaman bekerja sebagai pelayan nafsu birahi setahun terakhir.  Wanita asal Kebumen, Jawa Tengah ini pun ogah bila ada tamunya mencoba mengajaknya bercinta di luar kandangnya, sekalipun di hotel berbintang. Sebab, dia takut terjadi sesuatu yang buruk nantinya.

“Enggak bisa main di luar. Walaupun bayarannya lebih besar kata orang-orang, tapi kan namanya orang (laki-laki) beda di mulut sama di kamar. Bisa saja bayar segitu bilangnya cuma sekali, tau-taunya lebih,” kata Krisna .

Sementara Krisna menjelaskan jika di Kalijodo ini semua sudah diurus. Bila ada sesuatu hal buruk yang menimpa, bisa cepat minta bantuan.

Nah, itulah dia kelima fakta seputar PSK di Kalijodo.


Like it? Share with your friends!