Gak Disangka Ternyata Pemulung ini Sarjana Teknik Sipil dan anaknya Kuliah di IPB


pemulung_20160113_152630

Palingseru.com – Jangan pernah anggap pemulung itu orang termiskin di dunia yang kerjaannya cuma ngumpulin kelontong bekas. Sebab, baru- baru ini dikabarkan jika banyak orang yang berprofesi sebagai pemulung tapi punya gelar sarjana bahkan bisa menyekolahkan anaknya sampai bangku kuliah.

Seperti seorang pemulung bernama Beni (50) ini membuat geger publik setelah pengakuannya soal pendidikan yang pernah di tempuhnya. Beni mengaku jika dia adalah lulusan sarjana dan kini tengah menyekolahkan anaknya di perkuliahan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Masyarakat terkejut dengan kehidupan Beni yang hanya sebagai pemulung berpenghasilan Rp 25.ooo perhari ini bisa menyekolahkan anaknya ke pendidikan tinggi.

Saat dimintai keterangan , Beni mengaku jika dirinya sudah memiliki 5 anak dan salah satu anak pertamanya kini sedang menggali ilmu di kampus IPB.

“Anak ada lima, yang paling gede kuliah di IPB Dramaga, jalur PMDK. Saya ngerti, karena juga pernah kuliah.Tapi saya nggak apal semester berapa,” kata Beni.

Menariknya dari kelima anak Beni itu rata – rata melanjutkan pendidikan , mulai dari anaknya yang terkecil kini duduk di bangku SMP di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

“Yang kecil kelas satu SMP. Saya mah nggak apal umur-umur anaknya,” kata Beni, seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (14/1).

Beni mengaku jika latar belakang kehidupan yang serba kekurangan itu tak mengurung niat Beni untuk tetap bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang pendidikan tertinggi.

Demi bisa merubah kehidupan anaknya menjadi lebih baik , Beni gemar menyisihkan sebagian uang hasil penghasilannya memulung. Dirinya bisa mengumpulkan sekitar Rp 500 ribu per bulan, yang kemudian dibawanya untuk bekal pulang.

Beni juga punya istri yang berjualan di rumah demi bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

“Saya kalau bawa uang emang nggak seberapa, istri di rumah juga jualan. Jadi ada bantu-bantu buat biaya sekolah anak-anak,” kata Beni.

Dan yang sangat di prihatinkan yakni Beni ini adalah seorang pria lulusan sarjana teknik sipil. Dia sempat menuntaskan pendidikan di bangku perkuliahan di daerah Srengseng.

“Jadi dulu pas Tahun 1994, semua dilulusin kan. Tapi nggak sempet saya urus lagi. Saya kuliah di daerah Srengseng, gak perlu saya sebutkan kampusnya,” ujarnya.

Biarpun Beni kini hanya menjadi seorang pemulung , namun dia terus berharap agar anaknya kelak bisa menjadi orang yang sukses dan mengubah kehidupan keluarganya yang serba kekurangan itu.

“Harus jadi orang sukses semua. Nggak apa-apa saya tidur di jalan, yang penting sekolahnya lancar,” kata Beni.

Setiap hari , Beni pun melakukan aktivitasnya sebagai pemulung. Dirinya jarang pulang kerumah jika belum emmbawa cukup banyak uang.

Ketika jarum jamĀ  menunjukan pukul 22.00 WIB malam. Beni menngistirahatkan tubuhnya di trotoar di Jalan Djuanda, dengan beralaskan triplek yang ditata menjadi alas tidur.

Beni yang pada saat itu menggunakan kaus warna hijau dan celana selutut terlihat nyenyak tidur di trotoar jalan walaupun diselimuti angin yang cukup dingin karena hujan.

Disampingnya ada gerobak yang berisi barang-barang bekas dan terlihat bagian atas gerobak sengaja ditutup plastik agar tidak kehujanan.

Trotoar jalan yang digunakan untuk beristirahat itu tidak jauh dari pintu 3 Istana Kepresidenan Bogor, tepatnya di sebrang Bank BCA Cabang Djuanda tempat Presiden Joko Widodo dan keluarga tinggal.

Namun trotoar itu dibatasi dengan pagar Istana setinggi 1,5 meter sehingga tak bakal terlihat oleh kepala negara dan sejumlah menteri di sana.

Waktu istirahat Beni pun tak lama, dirinya akan bangun pada pukul 00.30 WIB dans egera melanjutkan aktivitasnya untuk mengumpulkan barang bekas.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik