Ayah Kandung Sonya Depari Meninggal Dunia setelah Video Anaknya Marahai Polwan Heboh di Media Sosial


images

Palingseru.com – Sebuah kabar mengejutkan datang setelah ayah kandung Sonya Depari dinyatakan meninggal dunia karena mendengar kabar prilaku anaknya lewat video yang beredar luas di dunia maya saat si anak terlihat memarahi seorang polwan di Jalan Sudirman Medan, Rabu (6/4/2016) .

Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, Kamis (7/4/2016) mengungkapkan jika ayahnya bernama Makmur Depari meninggal setelah video prilaku anaknya itu menyebarluas dan menjadi perbincangan publik.

“Benar, ayah kandung Sonya yang mengaku anak Arman Depari meninggal dunia,” kata Mardiaz.

Usut punya usut , meninggalnya Ayah Sonya Depari ini akibat penyakit jantung yang di deritanya kambuh setelah mendengar kabar tak mengenakkan dari anaknya itu .

Makmur Depari pada saat itu langsung di bawa ke RS Mitra Sejati  dan jenazahnya kini juga masih di RS Mitra Sejati sebelum dibawa ke kediaman keluarga besar mereka.

Lantas bagaimana cerita awal kasus Sonya Depari yang sedang menjadi perbincangan hangat di media berita ini. Awal mula ceritanya ketika adanya berita sejumlah siswi SMA di Kota Medan yang menggelar konvoi usai ujian nasional (UN) ditangkap polisi.

Konvoi tersebut dilakukan dengan menggunakan Mobil Honda Brio yang berisikan sekitar tujuh siswi itu diberhentikan di Jalan Sudirman dekat Hotel Polonia karena kap belakangnya sengaja dibuka.

Baca juga : Ini Alasan Kenapa si Polwan gak Menilang Cewek Cantik Yang Ngaku Anak Jendral, Ternyata Ini Alasannya

Polisi berusaha memberhentikan mobil dan para penumpang diminta turun. Dan ketika itu , seorang siswi berseragam abu-abu yang berambut panjang marah-marah kepada Ipda Perida Panjaitan yang hendak menilang.

“Oke Bu, aku enggak main-main ya, kalau sampai fotoku masuk koran, aku tandai Ibu. Aku anak Arman Depari,” katanya sambil menunjuk-nunjuk polwan tersebut, Rabu (6/4/2016).

Ipda Perida merespons dengan tenang.

Saat awak media kembali mengonfirmasi apakah Arman Depari yang dimaksudnya adalah Irjen Arman Depari yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN, siswi ini terdiam sambil menutupi wajahnya dengan rambut.

Setelah itu, Ipda Perida pun menasihati para siswi itu dan membiarkan mereka pergi.

“Setelah ini kalian langsung pulang ya, langsung ke rumah ya, jangan konvoi lagi. Ini buat kalian juga lho,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Polresta Medan Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto membantah bahwa siswi tersebut adalah anak Arman.

“Barusan saya ditanyai terkait anak perempuan yang mengaku anaknya. Pak Arman bilang sama sekali tidak mengenal anak tersebut. Ketiga anaknya laki-laki dan semuanya sekolah di Jakarta. Kami sedang melacak mobil tersebut dan akan melakukan pemeriksaan. Hasilnya nanti kita kabari,” kata Mardiaz.

Nah, dengan banyaknya tanda tanda besar anak siapa Sonya Depari ini ?  Irjen Arman Depari memberikan pengakuan jika Sonya Depari, siswi SMA yang saat ditertibkan Polantas Medan  itu adalah anak saudaranya Makmur Depari.

“Memang betul, (Sonya) anak saudara saya,” kata Arman Depari, Kamis (7/4/2016).

Akibat perbuatan Sonya yang telah memarahi polwan itu, Irjen Arman Depari, Deputi Penindakan BNN meminta maaf ke Polri dan masyarakat atas apa yang dilakukan Sonya Depari.

Arman sendiri menegaskan, dia melakukan pengecekan pada video tentang Sonya yang tersebar, dan setelah dicek memang keluarganya.

“Memang setelah saya dapat informasi saya tegaskan bahwa saya nggak punya anak perempuan, anak saya laki-laki,” katanya.

“Dan setelah saya mendapat video kiriman lagi, baru saya tanya kepada keluarga bahwa memang betul, setelah itu kemudian ditegaskan bahwa itu memang keluarga besar saya,” tambah Irjen Arman.

“Nah, saya melihat ini memang ada sesuatu yang salah. Kemudian saya juga melihat bahwa ini mungkin karena dia mau jadi pahlawan di antara teman-temannya mungkin begitu ya,” katanya.

Dengan munculnya kasus ini , Arman sendiri tidak tahu tentang hukuman apa yang akan diambil terhadap keponakannya itu, apalagi setelah kepergian saudaranya yang meninggal akibat insiden ini.

“Kalaupun saya harus marah apakah saya harus gampari? Atau dengan anak-anak seperti ini apakah harus saya laporin polisi untuk dipenjara?” jelas Arman.

Oleh karena itu dia mengaku lebih baik mengambil sikap meminta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh anggota keluarganya itu.

“Saya meminta maaf terutama kepada Polri bahwa apa yang telah dilakukan keluarga saya ini memang sungguh tidak tarpuji,” katanya.

Tak hanya meminta maaf , Arman juga telah mengapresiasi personil polantas yang katanya mengambil tindakan profesional dan mengayomi siswi yang terkena tilang.

“Saya melihat tindakan mereka cukup profesional dan sangat mengayomi. Oleh karena itu, saya dari keluarga menyampaikan permohonan maaf saya, saya kita itu,” tutup Arman, seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (8/4).

Lihat juga : Seperti ini Fakta-Fakta Menarik Siswi Cantik yang Berani Marahi Polwan dan Ngaku Anak Jendral Polisi

 


Like it? Share with your friends!