5 Kisah Islamofobia, Mereka di Tolak Masuk Pesawat Hanya Karena Hal Hal Seperti Ini


bicara-bahasa-arab-mahasiswa-as-diusir-dari-pesawat-rev1

palingseru.com – Dua tahun belakangan ini, Islam dianggap sebagai salah satu agama yang membuat kekacauan di dunia. Bahkan, ada beberapa gerakan anti Islam yang disebut Islamophobia. Salah satu negara yang Islamphobia adalah Amerika Serikat.

Di Negeri Paman Sam tersebut, banyak umat Muslim yang diperlakukan sangat tidak manusiawi. Saking bencinya dengan Islam, mereka tidak memperbolehkan umat Muslim menaiki pesawat. Ya, seperti kisah-kisah sedih berikut ini.

Dikutip dari merdeka.com, berikut ini adalah beberapa kisah sedih para Muslim yang tidak boleh naik pesawat karena hal yang sepele.

1.Keluarga Muslim Tak Jadi ke Disneyland Karena Dilarang Masuk Pesawat

Kisah sedih pertama ini datang dari sebuah keluarga muslim asal Inggris. Pada saat itu, keluarga muslim ini berencana berliburan ke Carolina, Amerika Serikat. Namun, saat ingin masuk ke pesawat, mereka malah dilarang masuk oleh petugas Departemen Keamanan Nasional.

Tak sampai di situ, satu keluarga muslim ini juga memiliki kisah sedih lainnya. Di mana mereka ditolak masuk ke taman bermain Disneyland.

“Keluarga saya ditolak masuk ke taman bermain Disneyland. Biaya perjalanan saya beserta sembilan anak-anak saya yang dibawa hanya dikembalikan tetapi tidak sampai 9.000 Euro (Rp 182,7 juta),” cerita Mahmood.

Sedihnya lagi, sesaat sebelum meninggalkan Bandara Gatwick, Mahmood beserta keluarga besarnya dipaksa untuk melepas semua barang bebas pajak yang dibelinya di daerah California.

Mahmood mengaku, dia sudah lama tinggal di Amerika, tetapi dia masih seperti orang asing yang tak pernah dianggap.

“Saya tak pernah merasa lebih malu dari ini selama hidup saya. Saya bekerja di sini (Amerika), saya punya bisnis di sini, namun saya seperti terasing,” tutur Mahmood.

2.Pilot United Airlines Usir Keluarga Muslim Masuk Pesawat

Sebuah keluarga muslim yang terdiri dari lima turun dipaksa turun dari pesawat. Hal itu diperintahkan langsung oleh pilot maskapai United Airlines.

Iman Ami Saad Shebley, suaminya, dan ketiga anak mereka bermula hendak masuk ke pesawat Airline dengan tujuan Washington-Chicago. Akan tetapi, peristiwa memalukan tiba-tiba saja terjadi pada keluarga muslim ini.

Mereka dipaksa turun oleh pilot dengan alasan demi keamanan. Tapi saat ditanya dia tidak menjelaskan lebih lanjut. Peristiwa ini direkam langsung oleh Shebley.

Akibat tindakan itu, sang pilot dan pramugari dikenakan sanksi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). CAIR ini mengirim surat kepada United Airlines atas nama keluarga muslim tersebut untuk meminta pilot dan pramugari pesawat diberi sanksi.

“Kami sudah muak dengan cerita keluarga bertampang muslim yang disuruh turun dari pesawat dengan alasan keamanan,” ujar pernyataan direktur CAIR-Chicago, Ahmad Rihab.

Dalam laman Facebook Shebley, dia mengancam United Airlines atas kejadian yang menimpa keluarganya itu.

“United Airlines, kalian menghakimi keluarga saya tanpa alasan selain karena tampang kami dan mengusir kami dari pesawat karena demi keamanan. Ketiga anak saya masih terlalu kecil untuk mengalami kejadian ini,” tulis Shebley.

Atas kejadian itu, United Airlines langsung meminta permohonan maaf kepada keluarga Shebley dan berjanji akan memberi mereka jadwal penerbangan selanjutnya.

3.Bocah Enam Tahun Dilarang Naik Pesawat, Dikira Teroris

Kisah sedih para muslim berikutnya datang dari seorang bocah bernama Syed Adam Ahmed (6). Ketika ia ingin naik pesawat, dia malah dilarang karena diduga teroris.

Hal itu tentu saja membuat sang ayah, Sulaiman Ahmed, tak terima dengan perlakuan pihak pesawat yang telah memperlakukan anaknya yang masih berusia enam tahun seperti itu. Ia pun menggugat sistem imigrasi Kanada.

Menteri Keamanan Publik Kanada, Ralph Goodale, meminta maaf kepada keluarga Ahmed. Pemerintah Kanada berjanji akan memperbaiki data mereka dengan segera mungkin.

Kejadian seperti itu, menurut Ahmed, bukanlah pertama kalinya. Sebelumnya, anaknya juga sempat dilarang terbang, saat keluarganya dari Kota Toronto hendak menuju Edmonton.

“Sampai kapan anak saya harus masuk daftar dilarang terbang?” tulis sang ibu, Khadijah, lewat Twitter pribadinya.

Seperti yang dikutip merdeka.com, kejadian tersebut dapat terjadi karena nama sang bocah hampir sama dengan pelaku terorisme yang dihimpun intelijen.

4.Wanita Ditendang Dari Pesawat Karena Seorang Muslim

Seorang wanita muslim bernama Hakima Abdulle diusir dari dalam pesawat. Dia dipermalukan oleh penumpang lain karena dia seorang muslimah. Saat itu, Abdulle ingin melakukan perjalanan untuk bertemu keluarganya di Seattle.

Dari Chicago, Abdulle menggunakan pesawat Southwest Airlines. Kejadian memalukan itu bermula ketika dia hendak bertukar dengan seorang penumpang yang duduk di sebelahnya. Pria itu pun menyetujui. Namun yang jadi masalah, setelah bertukar tempat dengan pria itu, penumpang lainnya malah memprotes karena merasa tidak nyaman bila duduk didekatnya.

“Alasannya karena saya muslim, jadi dia tidak merasa nyaman” kata Abdulle.

5.Bicara Bahasa Arab, Mahasiswa AS Diusir Dari Pesawat

Hanya karena berbicara menggunakan bahasa Arab, dia malah diusir dari dalam pesawat. Hal inilah yang dialami oleh seorang mahasiswa Universitas California di Berkeley, Amerika Serikat.

Khairuldeen Makhzoomi mengaku dia diusir dari pesawat karena dirinya berbicara bahasa Arab. Saat itu, kata dia, tengah duduk di kabin pesawat penerbangan Los Angeles-San Fransisco. Sebelum mematikan ponselnya, dia sempat menghubungi pamannya yang berada di Baghdad dan berbicara menggunakan bahasa Arab.

Saat itulah seorang wanita, yang merupakan penumpang burung besi, melihatnya dengan tajam. Tak lama kemudian, penumpang itu bangkit dari tempat duduknya.

“Saya berharap bukan dia yang melaporkan saya,” ujar Makhzoomi.

Makhzoomi menceritakan, tak lama setelah itu, seorang pramugari langsung meminta dia untuk turun dari pesawat. Setelah turun, petugas keamanan sudah menunggunya.

“Saya kecewa. Saya katakan pada mereka ‘inilah gambaran Islamophobia itu’. Sungguh saya kecewa. Kemudian mereka malah meminta saya untuk tidak naik pesawat dan malah memanggil FBI,” katanya.

More From: Menarik