Ini Dia Aksi 4 Pasukan Elit dalam Membebaskan Sandra Paling Sukses


2

Palingseru.com – Pasukan elit yang terus berusaha membebaskan WNI yang terkena sandra oleh kelompok militan Abu Sayyaf ternyata bisa membuahkan hasil yang memuaskan setelah pasukan elit berhasil memenggal seorang sandera asal Kanada dan berhasil membebaskan 17 korban sandra.

Namun aksi pemenggalan itu pastinya membuat kelompok Abu Sayyaf semakin naik pitan. Bahkan 21 sandera kini mempertaruhkan nyawa mereka yang mendapatkan ancaman akan dihabisi oleh kelompok militan Abu Sayyaf lantaran tak terima salah satu pasukan sandranya tewas ditangan pasukan elit.

Dan seperti apa aksi pasukan elit yang paling sukses dalam membebaskan korban sandra ? seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia diantaranya :

1. Operasi Entebbe

Salah satu aksi pasukan elit dalam membebaskan WNI yang disandra oleh kelompok militan Abu Sayyaf yakni dengan melakukan operasi Entebbe.

Operasi Entebbe ini dilakukan ketika penyanderaan dimulai ketika dua orang Front Pembebasan Palestina (PFLP) dan dua orang berkebangsaan Jerman membajak pesawat Air France penerbangan 139 yang baru saja terbang dari Tel Aviv, Israel menuju ke Athena, Yunani pada Juni 1976. Pesawat tersebut membawa 246 penumpang, kebanyakan Yahudi dan Israel, serta 12 orang kru. Dan setelah kelompok militan berhasil menguasai pesawat, para pelaku lantas mengalihkan penerbangan menuju Libia, di tempat itu pesawat sempat mengisi ulang bahan bakar selama tujuh jam. Mereka sempat melepas warga Israel kelahiran Inggris, Patricia Martell. Memasuki tengah malam, pesawat kembali lepas landas dan mendarat di Bandara Entebbe, Uganda.

Ketika ini Pemerintah Uganda malah menyambut para pembajak dan melindungi mereka dengan memindahkan para penumpang dan menahan mereka selama berhari hari.

Baca juga : 5 Operasi Pasukan Khusus Elit Dunia Yang Gagal Total

Setelah dua hari berikutnya, pembajak menuntut Israel untuk memberikan uang USD 5 juta, pembebasan 53 warga Palestina termasuk militan, dan 40 orang yang lainnya ditahan di penjara Israel. Mereka juga mengancam akan membunuh seluruh sandera.

Namun pasukan elit berhasil merancang sebuah opsi dengan menyamarkan mengubah identitas pesawat menjadi pesawat kargo dan langsung menyerbu tentara Uganda dengan ditembak mati. Setelah itu , pasukan elit langsung cepat – cepat membawa para sandera segera ke dalam pesawat kargo tersebut.

Diketahui jika pasukan elit berhasil menewaskan 1 tentara Israel dan 5 di antaranya terluka. Sedangkan seluruh sandera berhasil diselamatkan

2. Operasi Woyla

Salah satu aksi kesuksesan pasukan elit saat membebaskan WNI yang menjadi korban sandra kelompok militan Abu Sayyaf yakni dengan melakukan operasi Woyla. Operasi ini dilakukan dengan melibatkan pesawat Garuda GA-206 ‘Woyla’ rute Jakarta-Medan itu operasi Woyldimulai Sabtu 28 Maret 1981.

Dalam operasi tersebut pesawat melakukan transit di Palembang. Dan  ketika itu,  tiba-tiba seorang pria berpistol memasuki ruangan kokpit. Intelijen Indonesia menyebut kelima orang pembajak berasal dari kelompok Komando Jihad. Mereka adalah Zulfikar T Djohan Mirza, Sofyan Effendy, Wendy Mohammad Zein, Mahrizal dan Mulyono.

Pada saat itu, pembajak menuntut pemerintah Indonesia membebaskan 80 anggota Komando Jihad yang dipenjara karena beberapa kasus mulai dari penyerangan Mapolsek Pasir Kaliki, Teror Warman di Raja Paloh dan aksi lainnya sepanjang 1978-1980. Selain itu, mereka juga meminta uang USD 1,5 juta.

Namun pasukan Kopassus bertolak ke Bangkok pada tanggal 30 Maret 1981 untuk menunggu jam ‘J’ mereka terus berlatih. Akan tetapi , pemerintah Thailand sendiri  belum menyetujui permintaan Indonesia untuk menggelar operasi militer dan membebaskan sandera. Akhirnya lampu hijau diberikan pemerintah Thailand.

Pasukan Komando Indonesia diberi izin melakukan operasi militer di Bandara Don Muang. Mereka langsung meluncurkan serangan pada jam 03.00. Dalam aksinya , tercatat lima orang pembajak ditembak mati yang diantaranya Kapten Pilot Herman Rante , anggota Kopasandha, dan Capa Ahmad Kirang .

3. Operasi Mapeduma

Pasukan tentara Elit dalam membebaskan penyandraan WNI oleh kelompok militan Abu Sayyaf juga dilakukan dengan melakukan operasi Mapeduma pada 8 Januari 1996.

Dikabarkan ada 26 anggota Tim Ekspedisi Lorentz 95 diculik oleh sayap militer Organisasi Papua yang berasal dari Inggris, Belanda Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Daniel Yudas Kogoya menculik mereka dari base camp. Selama dalam penyanderaan, para sandera digiring blusukan ke belantara Papua bahkan mereka tak diberi makanan, sehingga beberapa orang sakit.

Demi membebaskan para korban sandra tersebut, Mabes TNI menggelar operasi di Mapenduma. Komandan Jenderal Kopassus Brigjen Prabowo Subianto ditunjuk menjadi komandan. Tim Kopassus yang dikerahkan berasal dari Grup 5 Antiteror. Di antara pasukan TNI lain, mereka mudah dikenali karena berpakaian hitam-hitam.
Selain itu ada pasukan Batalyon Lintas Udara Kostrad 330 dan pasukan penjejak yang terdiri dari putra-putra Irian milik Kodam Cendrawasih. Total pasukan yang dikerahkan mencapai 600 orang.

Menurut laporan Brigjen Prabowo operasi Mapeduma dilakukan dengan pengintaian lewat udara dilakukan terus menerus. Selain itu,  OPM yang terdesak terus bergerak masuk hutan. Dalam keadaan panik, tanggal 15 Mei OPM membunuh dua anggota Tim Lorentz, Navy dan Matheis dibantai dengan kampak. Dan pada akhirnya korban sandra itu bisa menghirup napas lega setelah 130 hari disandera oleh kelompok militan.

4. Operasi Jaque

Operasi Jaque ini merupakan salah satu aksi tersukses yang dilakukan pasukan elite untuk membebaskan korban sandra. Operasi ini dilakukan dengan melibatkan Pasukan Revolusi Kolombia (FARC) yang berhasil menculik 15 orang, termasuk kandidat presiden Ingrid Betancourt dan beberapa warga AS.

Sebelum operasi dimulai, tentara Kolombia sudah menemukan lokasi penyanderaan saat para sandera sedang mandi di sungai. Para pasukan akan mengepung wilayah tersebut yang kemudian mereka melakukan aksi negosisasi untuk meyakinkan seluruh tentara disulap menjadi warga sipil.

Setelah para gerilyawan tak sadar bila mereka sudah ditipu , muncul dua heli Mi-17, salah satunya adalah agen, dia mengenakan kaos Che Guevara. Setelah 22 menit, para sandera masuk ke heli pasukan langsung bergerak melakukan penyerbuan untuk membebaskan para korban sandra.

Lihat juga : 5 Pasukan Elit TNI Yang Tidak Dikenal Tapi Mematikan dan Sangat Ditakuti Dunia

More From: Menarik