Wow Dunia Aja Kaget lihatnya, Dua Bocah Indonesia ini Sukses Temukan Bahan Baku Pesawat dari Singkong


image

Palingseru.com – Dunia kini kembali dibuat takjub oleh dua bocah desa dari SMA PGRI 2 Kayen, Pati, yakni Suprihatin dan Raafi Jaya Sutrisna yang berhasil menemukan bahan baku pesawat dari singkong.

Penemuan ini langsung membuat ahli fisika dan peneliti dunia tercengang. Dan tak hanya itu, dua bocah ini dinyatakan punya prestasi yang gemilang setelah mampu mengalahkan peneliti muda dari 35 negara.

Di bidang fisika, Suprihatin dan Raafi Jaya Sutrisna harus bersaing dengan 20 proyek penelitian dari berbagai negara. Ada 35 negara yang ikut dalam kompetisi tersebut, antara lain Amerika Serikat, Bosnia, Ukraina, Vietnam, Turki, Swiss, Malaysia, Yordania, Denmark, Filipina, Mesir, Jerman, Romania, Pakistan, India, Irak, Slovakia, Thailand, Uganda, Albania, Belarus, dan lainnya.

Suprihatin dan Raafi Jaya ini berhasil menemukan komponen komposit dari kulit singkong dan serat pohon pisang yang dibuktikan bisa  digunakan untuk bahan baku badan pesawat, kapal dan otomotif.

Sebelumnya, mereka telah melakukan penelitian selama setahun dan menyisihkan lebih dari seribu proyek penelitian pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) yang diantaranya dalam 6 kategori yakni Fisika, Biologi dan Ekologi, Kimia, Teknologi Informasi, Matematika, dan Engineering. Kebetulan, siswa SMA PGRI 2 Kayen meneliti bidang fisika material.

Baca juga : 5 Karya IT Anak Bangsa yang Diakui Dunia

Dalam pertandingan tersebut , keduanya mengambil penelitian tentang karbon aktif singkong dan serat batang pisang sebagai material alternatif untuk industri otomotif, kapal, dan pesawat terbang. Hasil penelitian itu dinamakan komposit atau fiber. Fiber karya siswa tersebut diklaim tahan korosi, kuat, ringan, ekonomis, dan tahan api. Dengan keunggulan produk tersebut, sejumlah juri IYIPO terkagum dengan bahan fiber yang diciptakan dari serat batang pisang dan kulit singkong di mana ketersediannya melimpah di Indonesia.

“Di Kecamatan Margoyoso, limbah kulit singkong yang dihasilkan dari industri tapioka mencapai 10 ton dalam satu bulan. Itu yang menginspirasi kita untuk memanfaatkannya sebagai bahan baku industri pesawat terbang, otomotif, dan kapal,” ujar Mohamad Rauf, guru fisika yang membimbing kedua siswa tersebut.

Sementara itu, Raafi mengaku karyanya itu sempat dikagumi dunia internasional saat dipamerkan selama tiga hari, di sebuah mall besar di Kota Tbilisi, Georgia. Bahkan, juri yang melakukan penilaian selama dua hari berturut-turut, meminta agar karyanya itu benar-benar dimanfaatkan dunia industri di Indonesia.

“Kita di Georgia selama tiga hari. Hari pertama, pembukaan dan pameran karya di mall besar. Hari kedua, pameran, pemaparan dan penjurian. Hari ketiga, penutupan dan jalan-jalan keliling Kota Tbilisi. Alhamdulillah, juri kagum dengan karya kita hingga mendapatkan medali emas. Setelah melakukan penilaian, juri berharap agar karya kami dipakai di negara kami. Sebab, ketersediaan kulit singkong dan serat batang pisang sangat melimpah di Indonesia,” ungkap Raafi.

Hingga pada akhirnya , penemuan yang luarbiasa ini membuat mereka mampu meraih medali emas ketika menghadiri ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) di Georgia pada 24 April 2016.

Sementara itu, pihak Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Kayen, Surata berharap agar karya anak muridnya ini bisa dilirik negara dengan produk bahan interior dari komposit kulit singkong dan serat pisang itu.

“Kami bersyukur bisa meraih medali emas, setelah bersaing dengan 20 proyek ilmiah bidang fisika di seluruh dunia. Kami berharap agar karya anak kami ini bisa dilirik negara, atau perusahaan untuk membuat produk bahan interior dari komposit kulit singkong dan serat pisang,” ujar Kepala SMA PGRI 2 Kayen, Surata, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (2/5).

Lihat juga : 10 Karya Anak Bangsa yang Membuat Indonesia Bangga

 

 


Like it? Share with your friends!