Wow Pemuda Desa Ini Mampu Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Air, Dan Kini Ia Diincar Oleh Negara Lain


663x442-cerita-dede-dihubungi-asing-setelah-ciptakan-kompor-bahan-bakar-air-1605095

palingseru.com – Seorang pemuda bernama Dede Miftahul Anwar berhasil menciptakan sebuah kompor yang menggunakan bahan bakar air. Bagaimana bisa?

Pemuda usia 22 tahun itu mengaku menciptakan kompor berbahan bakar air karena di kediamannya sulit menemukan gas elpiji karena akses menuju ke rumahnya sangat lah jauh.

“Mobil pengangkut elpiji tidak sampai ke rumah saya,” ujar Dede.

Dede menggambarkan,untuk menuju ke kampungnya butuh waktu sekitar lima jam bila berangkat dari pusat Kota Bandung.

Tak sampai di situ saja, salah satu yang membuat akses ke kampungnya sangat sulit adalah harus melewati sungai yang sangat lebar serta berarus deras.

“Hanya ada satu jembatan kayu yang menjadi penghubung ke kampung saya,” kata Dede.

Hal itulah yang semakin menguatkan tekad Dede untuk menciptakan kompor berbahan bakar air. Dengan tujuan agar orangtua dan warga kampungnya tidak perlu capek-capek pergi ke kota hanya untuk membeli gas elpiji.

Dikutip Money.id, kediaman Dede berada di Kampung Kerajan, Desa Cihambulu, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dede

Ketika ditanyai bahan pembuatannya, Dede menjawab, hanya dua unsur yang ada di dalam air yaitu oksigen dan hidrogen diurai.

Dede menjelaskan, senyawa oksigen nantinya akan diendapkan, dan gas hidrogen itulah yang akan digunakan sebagai bahan bakarnya.

Dede sendiri sebelumnya telah membuat senyawa khusus untuk bisa mengurai kedua unsur tersebut.

“Bahan-bahannya sangat mudah didapatkan dan sangat murah. Jadi saya bisa menjual gas hidrogen itu lebih murah dari gas elpiji,” tuturnya.

Dari kreativitas yang ia punya, Dede kini sudah bisa membangun sebuah perusahaan kecil yang dinamai CV Energon Teknologi. Di perusahaan itu, Dede menjual gas hidrogen yang hanya dihargai Rp 10 ribu per tabungnya. Gas hidrogen itu sendiri dapat bertahan hingga dua pekan.

“Saya juga mendirikan Saung Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH). Sehingga warga di kampung saya tidak sulit untuk melakukan pengisian hidrogen,” ucap Dede.

Hebatnya, hasil penemuan itu menjadi juara pertama di ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2015 lalu, untuk bidang usaha teknologi non digital.

Bagaimana menurutmu?

More From: Berita Menarik