Suka Makan Junk Food Bikin Ginjal Kamu Cepat Rusak. Ini Alasannya


ilustrasi-hidangan-junk-food_20160212_183553

Palingseru.com – Suka makan junk food ? Hati-hati ! Karena makanan junk food bisa merusak ginjal kamu loh. Ini terjadi karena makanan junk food mengandung banyak lemak dan gula yang akan ber dampak buruk pada ginjal.

Jika kamu suka makan junk food dan bahkan terhitung sering makan junk food, maka akan menyebabkan penumpukan gula atau glukosa dalam darah sehingga dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal dan bisa menyebabkan penyakit ginjal diabates.

Sebuah studi dari Anglia Ruskin University menggunakan model hewan diabetes dan model obesitas yang disebabkan pola makan dan resistensi insulin untuk meneliti bagaimana resistensi insulin dan terlalu banyak gula dan lemak memengaruhi reseptor glukosa dalam ginjal.

Kemudian, sekelompok hewan diberi makan junk food, seperti keju, cokelat, dan biskuit selama 8 pekan. Lalu, kelompok lain diberi makan makanan yang kaya akan lemak, sekitarĀ  60 persen lemak selama 5 pekan.

Baca juga : Akibat Buruk Makan Junk Food Untuk Otak Kamu

Kemudian, periset menguji efek dari makanan tersebut pada kadar gula darah dan transporter glukosa yang berada didalam ginjal.

Periset menemukan bahwa jenis Trasporter glukosa tertentu yang disebut GLUT dan SGLT, juga protein pengatur ada dalam jumlah lebih banyak pada tikus jenis diabetes tipe 2.

“Pola makan barat mengandung lebih banyak sampah dan lemak. Ada hubungan yang sangat meyakinkan bahwa konsumsi berlebihan jenis makanan ini dan peningkatan prevalensi obesitas dan diabetes tipe dua belakangan ini,” ungkap Dr Havovi Chichger, dosen senior dan pemimpin penelitian ini.

“Dalam studi kami diabetes tipe 1 dan 2 menginduksi perubahan pada transpor glukosa di ginjal. Tetapi, junk food dan pola makan kaya lemak menyebabkan perubahan yang sangat serupa dengan yang ditemukan pada diabetes tipe 2,” katanya lagi.

Jadi, bagi semua yang suka makan junk food, sebaiknya dikurangi saja agar tubuh kamu tetap sehat.

 

 

 

Dampak diet ini terhadap transporter dibandingkan dengan perubahannya juga terlihat pada model tikus diabetes tipe 1 dan 2. Periset menemukan bahwa jenis transporter glukosa tertentu yang disebut GLUT dan SGLT, juga protein pengatur ada dalam jumlah lebih banyak pada tikus jenis diabetes tipe 2. Tetapi, diet kaya lemak dan gula menyebabkan peningkatan serupa di reseptornya.

Dr Havovi Chichger, dosen senior dan pemimpin penelitian ini mengatakan, “Pola makan barat mengandung lebih banyak sampah dan lemak. Ada hubungan yang sangat meyakinkan bahwa konsumsi berlebihan jenis makanan ini dan peningkatan prevalensi obesitas dan diabetes tipe dua belakangan ini.”

“Dalam studi kami diabetes tipe 1 dan 2 menginduksi perubahan pada transpor glukosa di ginjal. Tetapi, junk food dan pola makan kaya lemak menyebabkan perubahan yang sangat serupa dengan yang ditemukan pada diabetes tipe 2,” katanya.

“Pengobatan baru untuk pasien diabetes merupakan pengeblokan transporter glukosa di ginjal untuk mengurangi kadar gula darah. Dengan mengerti bagaimana pola makan memengaruhi pengaturan gula di ginjal dan apakah inhibitor dapat mengembalikan perubahan ini dapat membantu melindungi ginjal dari kerusakan berlanjut,” lanjutnya.

Penemuan ini diterbitkan di jurnal Experimental Physiology.

 


Like it? Share with your friends!