Duh Kejam Banget, Anak Balita Disiksa Lalu Disuruh Makan Kotorannya Sendiri. Seperti ini Kejadiannya


2220441pemaksaan-anak-toto-s780x390

 

Palingseru.com – Seorang balita berinisial F (5), mendapat perlakuan kasar dari kekasih ibunya sendiri. F di siksa bahkan disuruh makan kotorannya sendiri.

Kejadiannya berawal dari ibu kandung F yaitu Wulan Triastuti (32), warga Dusun Kwaren, Desa Kwaren, Ngawen, menjalin hubungan dengan seorang pria  bernama Pranoto (35), warga Dusun Kemit, Desa Pepe, Ngawen.

Saat menjalin hubungan, Wulan disuruh tinggal di sebuah rumah indekos di Morangan, Karanganom, Klaten Utara bersama anaknya. Selain itu Pranoto meminta F untuk tinggal di rumahnya dengan alasan agar lebih dekat dan menurut padanya.

Wulan pun mengizinkan hingga pada awal Mei Wulan meminta Pranoto untuk mengasuh F karena ia ingin pergi ke luar kota.

Namun, saat pulang dari luar kota dan ingin memandikan F, Wulan melihat tubuh anaknya  dipenuhi dengan luka dan lebam.

“Saat mau mandikan, badannya biru-biru. Ada lecet juga seperti di bawah bibir dan jari tangan, katanya digigit,” ujar Wulan.

Saat ditanya F menjawab jika dia telah disiksa oleh Pranoto dengan cara dipukul, digigit bahkan disulut dengan korek api.

Baca juga : Video: Babysitter Siksa Bayi Berumur 2 Tahun Dengan Sadis

Pipi kanan F memar karena ditampar, rambut dan telapak kakinya disulut dengan korek api, telinga dan bibirnya digigit dan pangkal leher ada bekas cekikan. Tak hanya disiksa fisik, F juga disuruh maka kotorannya sendiri dan meminum air seni.

“Katanya pas mau minta makan hanya dikasih sambel sampai perutnya sakit dan buang air besar. Karena buang air besar di celana, kemudian kotorannya itu disuruh makan lagi. Dia juga mengaku disuruh minum urine Pranoto yang ditaruh di botol, anak saya muntah-muntah. Kalau menangis tangan dan mulut diplester,” beber Wulan sembari menangis tak kuasa menahan kesedihan, seperti dilansir Kompas.com.

Pantas saja saat bertemu dengan Wulan, F jadi sedikit pendiam, padahal anaknya itu sangat periang. Bahkan F selalu bergetar ketika berbicara.

Wulan sempat diancam F akan dipindah asuhkan ke ayahnya, jika Wulan tak membiarkan F tinggal bersamanya, karena pelaku mengaku jika ia bekerja di kantor pengadilan dan tahu tentang hukum. Karena takut kehilangan F Wulan pun menurut

Namun, untunglah ada di mana hari Wulan diizinkan untuk membawa F pulang ke indekos dan pada saat itu juga orangtua Wulan mencarinya.

Setelah tahu cucunya disiksa, orangtua Wulan melakukan visum. Dan benar ada bekas luka lebam dan bekas gigitan di sejumlah bagian tubuh F. Akhirnya orangtua Wulan melaporkannya ke Mapolres Klaten. Orangtua Wulan meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum juga ditangani dengan serius. Bahkan orangtua Fa harus bolak-balik untuk mengetahui perkembangan kasusnya.

More From: Berita Menarik