Gara-Gara Tilang Istri Ajudan Walikota, Petugas ini Gak Terima Gajinya. Duh Kasihan ya!


195730_21155_Uang_Suap_d

Palingseru.com – Seorang honorer Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu, yang bernama Dorisman Junaedi (46) mengadukan nasibnya yang tak kunjung menerima gaji selama lima bulan lamanya.

Karena hal itu rumah tangganya menjadi hancur karena sang istri menuduhkan menghabiskan uang gajinya untuk foya-foya dan tidak disetor padanya. Anaknya juga terkena masalah dengan hal itu karena harus menunggak uang sekolahnya.

Derita tak gajian lima bulan ini dialami oleh Junaedi sejak dirinya menilang istri Ajudan Walikota. Saat itu pada pertengahan Maret lalu, dirinya sedang bekerja mengatur lalu lintas bersama Polantas Bengkulu di belakang Kantor RRI Padang Jati.

Lalu, ada mobil Yaris merah yang melintas jalanan yang tidak boleh dilewati satu arah. Mobil itu milik istri ajudan walikota. Namun, saat itu Junaedi tidak tahu jika wanita itu adalah istrinya ajudan Walikota. Ia baru tahu saat temanya yang memberitahu.

“Saya waktu itu baru tahu kalau dia (istri ajudan walikota) ketika teman saya bilang. Setelah beberapa menit, datanglah mobil Innova warna putih BD 1 A yang keluar ajudan itu. Saat itu menanyakan itu dengan kami dengan nada terlihat emosi. Sejak kejadian itu, saat pembagian gaji rapel pada awal April lalu, barulah saya tahu kalau SPT dan gaji saya belum keluar,” cerita Junaedi dengan mata berkaca-kaca, seperti dilansir jpnn.com.

Karena tidak menerima gaji dan tidak mendapatkan SPT, Junaedi akhirnya mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota. Ia menemui Kepala Bidang Mutasi mempertanyakan SPT. Namun alasan yang diterima pun tidak mengenakkan.

Baca juga : Gak Terima di Tilang Polisi Aksi Bocah ini Bikin Ngakak Banget dah

“Ketika saya tanya, alasannya pun tidak jelas. Saya dengar dia menelpon ajudan walikota itu sengaja menahan SPT saya. Sebab kalau saya dipecat, harusnya ada surat peringatan 1, 2 dan 3. Sedangkan sejauh ini malah saya tidak ada mendapatkan surat peringatan sama sekali. Saya hanya ingin menanyakan hak saya itu saja,” ungkapnya.

“Pak walikota malah memerintahkan ambil SPT itu. Karena tidak ada perintah penahanan SPT. Namun sampai sekarang SPT itu masih juga ditahan. Makanya saya tidak tahu lagi harus mengadu kemana. Sementara saya dengan istri sudah pisah, anak saya juga sekolahnya kasian banyak tunggakan,” tambah Junaedi.

Akhirnya Junaedi mengadukan permasalahan itu kepada ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi, SE. Ia pun berjanji akan menuntaskan persoalan tersebut.


Like it? Share with your friends!