Ini 4 Alasan Kenapa Tentara Turki Ingin Mengkudeta Erdogan


korupsi-gerogoti-pemerintahan-erdogan

Palingseru.com – Kasus kudeta militer yang terjadi di Tukri dimana militer Turki ingin mengambil alih kekuasaan dari tangan Presiden Recep Tayyip Erdogan ini pun membuat banyak tanda tanya besar bagi warga dunia.

Sejumlah orang masih bingung kenapa militer Turki mengkudeta Presiden Recep Tayyip Erdogan, padahal Erdogan sendiri merupakan pemimpin negaranya.

Dalam sejumlah pengakuan jika sosok Erdogan yang sebelumnya menjabat perdana menteri tak bisa dilepaskan dari organisasi Ikhwanul Muslimin yang awal mulanya lahir di Mesir. Meski tidak persis sama dengan pandangan politik Ikhwanul Muslimin, rezim Erdogan juga dikenal tidak menyukai kebebasan pers, hak individu, serta pemisahan antara agama dan negara. Dengan bahasa sederhana, Erdogan bisa disebut cenderung otoriter atau diktator.

Baca juga : 5 Aksi Kudeta Milter yang Akhirnya Gagal

Dengan adanya argumen tersebut , sejumlah militer Turki pun dengan tegas akan mengkudeta Erdogan. Hanya saja sejauh ini belum diketahui pasti apa penyebab atau motif kudeta militer Turki tersebut.

Namun beberapa media melaporkan ada sejumlah alasan kenapa tentara Turki ingin mengkudeta Erdogan. Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia diantaranya :

1. Turki Larang Pelajar buka Twitter dan Facebook di sekolah

Salah satu alasan yang membuat militer Turki akan mengkudeta Erdogan akibat adanya larangan dari Erdogan jika pelajar dilarang membuka jejaring sosial media ketika berada di lingkungan sekolah. Contohnya saja, foto-foto, pendapat, maupun komentar para pelajar tentang sekolah sekaligus tidak boleh diunggah ke media sosial.

Larangan yang ditetapkan pemerintah Turki dalam kepemimpinan Erdogan ini akan berlaku secara efektir per 1 Juli lalu sesuai edaran Kementerian Pendidikan Turki. Aturan ini dibuat dengan upaya mengendalikan Internet kesekian kalinya oleh rezim Presiden Reccep Tayyip Erdogan.

“Semua yang diunggah pelajar terkait sekolah ke jejaring sosial harus mendapat persetujuan guru,” tulis edaran tersebut.

Namun ternyata aturan ini membuat sejumlah pihak menolak dan akan melakukan kudeta kepada Erdogan.

2. Polisi Turki Ambil Alih Paksa Kantor Koran Pengkritik Erdogan

Salah satu alasan kenapa militer Turki akan mengkude Erdogan ini juga dikarenakan karena polisi Turki hendak mengambil alih paksa kantor koran yang selalu menjadi pengkritik Erdogan.

Menurut laporan Pengadilan Kota Istambul menyatakan media massa yang sering mengkritik Presiden Reccep Tayyip Erdogan itu harus diambil alih manajemennya oleh pemerintah. Dalam hal ini , ratusan orang berkumpul di halaman kantor ‘Zaman’ untuk menghalangi tindakan polisi. Akibatnya, aparat menembakkan gas air mata, menyemprotkan meriam air, serta mendorong mundur para demonstran.

Pemimpin Redaksi Zaman, Sevgi Akarcesme, mengatakan polisi mengasari wartawan yang hendak melaporkan penyerangan tersebut.

“Apa yang dilakukan polisi itu jelas melanggar hukum. Ini hari yang menyedihkan bagi Turki,” ujarnya.

Sementara itu , Uni Eropa mengecam tindakan rezim Erdogan yang tidak menghormati kebebasan pers. Sedangkan menurut Organisasi Jurnalis Tanpa Batas, Turki berada di urutan 149 dari 180 negara, terkait kebebasan pers. Lebih dari 30 wartawan kurdi dipenjara selama era Erdogan.

3. Wanita Tercantik di Turki diadili ,dianggap Hina Presiden

Militer Turki akan mengkudeta Erdogan ini karena adanya laporan jika wanita tercantik di Turki dikabarkan akan diadili hanya gara – gara dianggap hina presiden.

Dalam laporannya , Mantan Ratu Kecantikan Turki Merve Buyuksarac diajukan ke pengadilan dengan tuduhan menghina kepala negara. Jaksa penuntut mengancam menerapkan dakwaan maksimal, yang dapat berujung pada penjara dua tahun, seperti dilansir Hurriyet Daily News, Jumat (27/2/2015).

Tudingan jika wanita tercantik ini menghina Presiden ketika Buyuksarac mengutip sebait puisi dari majalah satir Uykuzuz. Isinya secara tak langsung menyindir Presiden Reccep Tayyip Erdogan suka memanfaatkan negara untuk kepetingan kelompoknya. Dalam puisi tersebut, nama Erdogan diganti ‘Buyuk Usta’ alias sang raja diraja.

Buyuksarac yang memiliki lebih dari 30 ribu teman, sedangkan di Twitter dia memperoleh 15 ribu pengikut itupun langsung membuat perbincangan hangat natizen.

November 2014, tim pengacara Erdogan melaporkan Buyuksarac ke polisi. Baru awal tahun ini, mantan model yang kini bisnis perancangan busana itu mulai dipanggil penyidik.

Namun dalam pengakuannya , Buyuksarac sudah tak ingat pernah membagikan puisi tersebut. Dia mengklaim mengutip puisi tersebut karena isinya lucu, bukan dalam rangka menghina presiden.

“Saya mengutipnya karena merasa puisi itu lucu. Puisi itu juga dikutip oleh 960.000 orang lain di Turki, dan tidak mungkin mereka semua berniat menghina presiden,” tuturnya.

Selim Caglayan, wartawan Turki, menyatakan kasus ini ironis lantaran Erdogan ketika belum berkuasa pernah dipenjara empat bulan karena membaca puisi. Pada 1998, petinggi Partai Keadilan (AKP) yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin itu membaca puisi yang mengkritik sekularisasi di Turki.

4. Korupsi Gerogoti Pemerintah Erdogan

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan akan dikudeta oleh militer Turki lantaran dianggap telah berkorupsi. Pemerintah menganggap jika korupsi yang terjadi pemerintahan Erdogan ini menjadi skandal korupsi terbesar dalam sejarah Turki modern, dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Erdogan berada di pusatnya.

Kasus korupsi itu terbongkar ketika ada 50 orang ditangkap dalam penggerebekan di Istanbul dan Ankara. Penggerebekan ini merupakan pusat penyelidikan terkait kesepakatan minyak dengan negara tetangga Iran. Minyak diduga dibayar melalui saluran ilegal emas karena sanksi PBB terhadap Teheran.

Para terdakwa dikenakan tuduhan pencucian uang, penyuapan dan penipuan. Di antara puluhan terdakwa terdapat dua anak menteri, seorang pengusaha Iran-Turki, dan direktur Halkbank milik negara.

Menurut analis politik, Soli Ozdel, peristiwa itu pengunduran sejumlah anggota kabinet di pemerintahan Erdogan ini seakan memperlihatkan sebuah guncangan politik di Turki. Ozdel menekankan meski AKP masih memiliki mayoritas di parlemen dan bahwa Erdogan bisa merombak kabinet pada akhirnya. Tapi dia menunjukkan pentingnya pemilu pada Maret mendatang.

Di balik skandal korupsi, pengamat percaya, ada sebuah perebutan kekuasaan antara dua mantan sekutu politik, yakni gerakan Islam dari Ulama Fethullah Gulen dan partai pimpinan Erdogan, AKP.

Nah, itulah dia keempat alasan kenapa militer Turki mengkudeta Erdogan.

Lihat juga : Wow!! Ini Dia Pasukan Elit Paling Setia Pada Presiden Erdogan Saat Terjadi Kudeta Militer

 

More From: Berita Menarik