Seperti Ini 5 Fakta Nyeleneh Pernikahan Sejenis di Boyolali yang Sempat Bikin Heboh


5-Fakta-Nyeleneh-Pernikahan-Sejenis-di-Boyolali-yang-Sempat-Bikin-Heboh

palingseru.com – Belum lama ini masyarakat Indonesia digemparkan dengan adanya pernikahan sesama jenis di Boyolali, Jawa Tengah. Namun setelah diselidiki, ternyata pernikahan itu tidak disengajakan. Heniyati, istri sekaligus korban, menyangka jika pasangannya itu adalah lelaki tulen.

Namun setelah delapan bulan menikah, Efendi alias Suwarti ternyata seorang perempuan. Tak terima akan hal itu, Heni pun melaporkan Suwarti ke Polres Boyolali.

Dan baru-baru ini, sejumlah fakta seputar pernikahan sesama jenis ini pun terkuak. Berikut informasinya yang dirangkum Palingseru.com dari Liputan6.com, Selasa (19/7/2016).

1.Heni Masih Perawan

Meskipun usia pernikahan keduanya berlangsung cukup lama, namun keduanya tidak pernah melakukan hubungan in**m seperti pasangan suami istri pada umumnya. Bahkan ketika tidur, Heni mengaku belum pernah dipeluk oleh suaminya. Jadi dapat dipastikan sampai saat ini Heni masih perawan.

2.Orientasi Menyimpang?

Awalnya, polisi menduga pernikahan sejenis ini didasari perilaku seks menyimpang. Namun dugaan ini ternyata meleset. Meski Suwarti telah menikahi Heni, namun Suwarti tidak pernah bercumbu dengan istrinya. Bahkan ia tidak pernah menunjukkan bagian vitalnya di depan istri.

“Saya tak pernah menunjukkan bagian vital tubuh di depan isteri. Bahkan ganti baju juga tak di depan isteri,”┬ákata Suwarti.

3.Sayang Tapi Tak Cinta

Kepada polisi, Efendi Saputra alias Suwarti mengaku jika dirinya sangat menyayangi Heniyati. Namun, rasa sayang yang dimilikinya tak seperti kebanyakan karena di hatinya tak tumbuh rasa cinta.

“Kalau sayang iya. Kalau cinta? Entahlah, tapi saya merasa nyaman tinggal bersama Heni,” ungkap Suwarti.

4.Kompensasi Dendam Kepada Suami

Kompensasi atas perlakuan tidak adil yang diterima Suwarti dari sang suami membuatnya nekat menikahi Heniyati. Hal inilah yang menyebabkan Suwarti berupaya mencari kenyamanan sesama jenis.

“Akumul**i ketidakadilan yang diterima dari suaminya menyebabkan Suwarti berupaya mencari kenyamanan dengan sesama jenis. Awalnya memang tak ada gairah seksual, namun jika yang menjadi ‘istri’ bisa menerima dan menikmati, maka orientasi seksual mereka bisa berubah,” kata Probowatie Tjondronegoro, psikolog RS St Elisabeth Semarang.

5.Tidak Bisa Cerai

Meskipun keduanya menikah secara resmi, namun pernikahan ini tidak bisa dipisahkan melalui mekanisme perceraian.

Kepala Seksi Bimas Islami Kantor Kemenag Boyolali, M Mualim, mengungkapkan bahwa dokumen pernikahan berupa surat nikah Suwarti dan Heniyati memang asli. Namun karena ada data yang dipalsukan, pernikahan ini menjadi tidak sah.

“Pernikahan mereka cacat dan rusak, tidak sah, sehingga harus ada pembatalan lewat Pengadilan Agama. Tidak bisa melalui perceraian, tapi pembatalan pernikahan,” terang Mualim.


Like it? Share with your friends!