Ini dia Fakta Fakta Yang Perlu Kamu Tahu Seputar Kerusuhan di Tanjungbalai


polisi-amankan-7-penjarah-rev1

Palingseru.com – Warga Sumatera sedang dihebohkan dengan peristiwa kebakaran di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut) tepatnya di sejumlah vihara dan klenteng. Peristiwa itu terbilang sebagai peristiwa mencekam lantaran kebakaran yang terjadi itu dilakukan secara sengaja oleh sejumlah massa.

Dalam laporannya , peristiwa itu terjadi akibat adanya permintaan dari warga Tionghoa. Aksi pembakaran masjid itu ternyata menuai protes seorang warga terhadap azan masjid di Jalan Karya, Tanjungbalai.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting sendiri menceritakan latar belakang peristiwa ini.

“Kejadian ini berawal dari adanya permintaan seorang warga Tionghoa, M (41), warga Jalan Karya Tanjungbalai Balai yang menegur nazir Masjid Al Makhsum yang ada di Jalan Karya dengan maksud agar mengecilkan volume mikrofon yang ada di masjid, di mana menurut nazir masjid bahwa hal tersebut telah diungkapkan beberapa kali,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (1/8).

Dibalik peristiwa ini , ternyata ada sejumlah fakta – fakta yang perlu kamu ketahui. Dan seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia diantaranya :

1. Sejumlah Rumah Ibadah di Rusak

Salah satu fakta yang perlu kamu ketahui seputar kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai ini salah satunya kerusuhan yang berbau suku agama ras dan antargolongan (SARA) . Kerusahan ini terjadi ketika massa melakukan aksi untuk membakar vihara dan klenteng.

Berdasarkan informasi dihimpun, aksi anarki terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini dipicu emosi warga terhadap sikap pasangan suami-istri di Jalan Karya, Tanjungbalai. Ribuan orang turun ke jalan setelah mendengar adanya kabar keluarga itu disebutkan melarang kumandang azan dari Masjid Al Makhsun.

Dalam laporannya , massa melakukan pembakaran terhadap isi dari 1 unit Vihara dan 3 unit klenteng 3 unit mobil, 3 unit sepeda motor dan 1 unit betor di Pantai Amor; merusak barang-batang 1 unit klenteng di Jalan Sudirman, merusak barang-barang dalam 1 unit klenteng dan 1 unit praktik pengobatan Tionghoa serta 1 unit sepeda motor di Jalan Hamdoko; merusak barang-barang 1 unit klenteng di Jalan KS Tubun dan 1 unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jl Nuri; membakar barang-barang dalam 1 unit vihara di Jalan Imam Bonjol, merusak isi bangunan Yayasan Sosial dan merusak 3 unit mobil di Jalan WR Supratman, merusak pagar vihara di Jalan Ahmad Yani, membakar barang-barang yang ada dalam 1 unit klenteng di Jalan Ade Irma.

“Jenis barang-barang yang dibakar maupun yg dirusak massa di dalam Vihara dan Kelentang itu berupa peralatan sembahyang seperti dupa, gaharu, lilin, minyak dan kertas, meja, kursi, lampu, lampion, patung Budha, dan gong,” kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7).

2. Tak ada Korban Jiwa dalam Kerusuhan di Tanjungbalai

Beruntung kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai ini tidak ada korban jiwa. Saat peristiwa terjadi masyarakat diminta tenang dan tidak terprovokasi isu menyesatkan. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7) mengatakan jika mereka telah berusaha untuk membuat masyarakat tenang.

“Tidak ada korban luka. Sementara keluarga pemicu aksi massa masih diamankan di Polres Tanjungbalai. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu dan informasi yang belum jelas kebenarannya,” imbau Rina.

Dia memaparkan kondisi di Tanjungbalai saat ini sudah kondusif. Ratusan personel keamanan telah ditempatkan di sana.

Sebanyak 200 personel Polres Tanjung Balai dibantu TNI AL terus melakukan pengamanan di Tanjung Balai. Mereka juga dibantu 100 personel yang digerakkan Polres Asahan, 60 personel Brimob Subden 3B, 30 personel Polres Batubara, 75 personel Tebing Tinggi.

Sementara itu upaya meredam kerusuhan juga terus dilakukan. “Pertemuan antara tokoh agama dan tokoh masyarakat, pimpinan etnis, Kemenag, MUI dan FKPS segera digelar pagi ini,” jelas Rina.

3. Polisi Amankan 7 Penjarah

Dalam peristiwa yang terjadi di Tanjungbalai tersebut juga dikabarkan jika pihak kepolisian telah berhasil mengamankan tujuh warga yang kedapatan melakukan penjarahan dalam kerusuhan di Kota Tanjungbalai pada Jumat (29/7) malam.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, mengatakan tujuh warga tersebut ketahuan mengambil barang milik warga lain ketika kerusuhan berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Ketujuh penjarah tersebut langsung diamankan ke Mapolres Tanjungbalai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam hal ini , pihak kepolisian terus menyiagakan personel di berbagai lokasi untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan susulan atau tindak kejahatan lain yang merugikan masyarakat. Pihak kepolisian juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi agar kerusuhan berbau SARA itu tidak berlanjut.

4. Polisi buru provokator di medsos

Menurut laporan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan sejumlah orang sudah diperiksa terkait kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (29/7) malam hingga Sabtu (30/7) dinihari. Petugas keamanan juga tengah mencari pihak yang memposting konten provokatif di media sosial yang diduga turut memicu insiden itu.

“Ada beberapa orang yang telah dilakukan pemeriksaan. Nanti kita akan lihat perbuatannya, kalau perbuatannya melanggar hukum akan kita proses. Tapi kalau tidak ada, tidak diproses,” kata Tito di Mapolda Sumut, Sabtu (30/7) sore.

Sementara menurut Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga meminta agar masyarakat menjaga kekompakan dan kerukunan umat beragama di Sumut yang selama ini sudah terjaga dengan baik agar tak ada lagi provokatif yang membuat rusuh suasana.

Lihat juga : 5 Kejadian Kecil ini Bikin Kerusuhan Besar Hingga Suatu Negara Jadi Heboh


Like it? Share with your friends!